• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

Lagi, Mou Sindir Wenger dan Pellegrini

Kategori : Berita Tags : 01/09/2014

«

»

Lagi, Mou Sindir Wenger dan Pellegrini

LONDON – Musim Premier League 2014-2015 memang baru dimulai malam ini. Akan tetapi, pelatih Chelsea, Jose Mourinho sudah mulai melontarkan psy war kepada para pelatih rival, pelatih Arsenal, Arsene Wenger, serta arsitek Manchester City, Manuel Pellegrini, menjadi korban dari “mulut” pedasnya Mourinho.

Bukan rahasia umum jika Wenger dan Pellegrini memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan pelatih yang memiliki julukan The Special One itu. Wenger dan Mourinho memang telah menjadi musuh sejak mantan pelatih Real Madrid ini melatih The Blues pada 2004 silam.

Hal ini terkait pernyataan yang datang kepada Mourinho yang sudah dua tahun tampa mendapatkan gelar apapun bersama mantan klubnya Real Madrid dan tim besutannya sekarang Chelsea, meski telah membelanjakan banyak uang pada bursa transfer.

“Kenapa (saya harus merasa tertekan)? Ada manajer yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk mendapatkan sebuah gelar. Sedangkan saya baru dua tahun (tanpa gelar)” ujar pelatih berkebangsaan Portugal tersebut, seperti dilansir Mirror, Minggu (17/8/2014).

Lebih lanjut, Mou juga seakan menyindir kesuksesan Pellegrini yang mampu mengantarkan City menjadi kampiun Premier Legue serta Capital One pada musim perdananya. Pelatih berusia 51 tahun itu menilai bahwa sukses Pellegrini di klub yang berjuluk The Citizens tersebut tidak lepas dari kekuatan yang sudah dibangun oleh Roberto Mancini pada tiga musim sebelumnya.

“Saya tidak menyukai pekerjaan yang mudah. Saya tidak suka mendapatkan klub yang sudah dibangun terlebih dahulu oleh pelatih sebelumnya. Saya tidak ingin datang ke klub lalu langsung menikmati hasil jerih payah orang lain,” tegas pelatih yang sukses mengantarkan FC Porto dan Inter Milan menjadi juara Liga Champions ini.