• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

Arema Waspadai Kejutan PBR

Kategori : Berita Tags : , , 16/11/2015

«

»

Arema waspadai PBR (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Agen Sabung Ayam Penggunaan dua pemain U-21 juga sebagai starter berpotensi jadi celah tersendiri bagi tim Arema Cronus. Menit-menit awal menimbulkan kekhawatiran belum mapannya performa tim, terutama dgn keberadaan dua pemain muda Dio Permana & Junda Irawan.

Menghadapi Persipasi Bandung Raya (PBR), Senin (16/11), Arema pantas menekankan pentingnya konsentrasi sejak kick-off. Pengalaman waktu menghadapi Persegres Gresik United, di menit-menit awal Singo Edan pernah keteteran menghadapi tekanan lawan kendati beruntung tidak hingga kebobolan lebih lalu.

Paling tak, tatkala Dio & Junda masihlah berada di arena lapang, tuan rumah tidak sanggup meremehkan potensi kejutan dini lawan. Ini tampaknya telah disadari sepenuhnya oleh Joko Susilo. Beliau memandang butuh mengantisipasi gebrakan awal PBR memakai celah pemain mudanya.

“Langkah yg aku laksanakan yakni menyiapkan supaya pemain bujang yg jadi starter lebih siap dibanding laga pada awal mulanya. Minimal kepada menit awal lawan tak hingga menciptakan kesempatan membahayakan. Ini telah kami siapkan, intinya tempo permainan mesti stabil sejak kick-off,” terang Joko Susilo, Pelatih Arema Cronus.

Joko paham benar Pelatih PBR Pieter Huistra yakni sosok yg teramat detail dalam kejuaraan. Pastinya pelatih yg jadi pemateri kala Joko kursus kepelatihan lisensi B tersebut telah mencium kelemahan yg sanggup dieksploitasi timnya buat membendung tuan rumah.

“Saya tahu gimana karakter Huistra. Ia amat rincian & lihai mengaplikasikan strategi. Aku rasa beliau telah tahu permainan Arema lantaran pernah menyaksikan kami bertanding lawan Persegres. Ini kompetisi yg tak gampang & aku tidak yakin PBR merupakan tim lemah,” urai pelatih bersapa Gethuk.

Soal komposisi timnya, Joko menyebut tidak bakal tidak sedikit perubahan. Beliau menginginkan pemain asing Esteban Vizcarra, Kiko Insa & Jose Espinosa lebih matang lagi di laga ke-2 kelak. Mungkin agung Samsul Arif pun dimainkan yang merupakan starter buat menambah daya serang Singo Edan.

Di kubu seberang, Pelatih PBR Pieter Huistra mengemukakan timnya wajib menakjubkan di bermacam elemen, utk minimal dapat menahan Arema sewaktu 90 menit. Bekal awal yg dibutuhkan timnya yaitu tak grogi & siap mental menghadapi keberingasan Arema yg diawal mulanya mengoyak-ngoyak Persegres.

“Butuh tampilan special buat mampu mendapati poin dari Arema. Dengan Cara teknis aku telah menyiapkan tim dengan cara maksimal, tinggal dengan cara apa menguasai diri kala kompetisi. Kami tak boleh enteng drop, contohnya dikala kemasukan gol lebih dahulu,” begitu skenario yg disusun Huistra.

Eks asisten pelatih di Ajax Amsterdam ini percaya seluruhnya tim nemiliki celah utk dieksploitasi, termasuk juga Arema Cronus. “Kalau Persegres saja sanggup membuat gol ke gawang Arema, mengapa kami tak,” papar dirinya. Huistra pun telah percaya spirit pemain telah bagus dalam menghadapi laga mula-mula Piala Jenderal Sudirman.

Bisa Saja PBR dapat menumpuk gelandang di arena lapang tengah & cuma menempatkan Gaston Castano yang merupakan target man di depan. Dgn pola 4-5-1 atau 4-4-1-1, lini tengah diinginkan mampu menyaring tekanan Arema sekaligus mengakses celah utk laksanakan sengatan balik.

PERKIRAAN PEMAIN

AREMA CRONUS (4-3-3) :

Kurnia Meiga (gk), Hasim Kipuw, Kiko Insa, Purwaka Yudhi, Junda Irawan; Ahmad Bustomi, Jose Espinosa, Dio Permana; Samsul Arif, Cristian Gonzalez, Esteban Vizcarra.

PERSIPASI BANDUNG RAYA (4-5-1) :

Aditya Harlan (gk); Dolly Gultom, Leonard Tupamahu, Waluyo, Bagas Adi; Kim Jeffrey Kurniawan, David Laly, Gavin Kwan Ansit, Okto Maniani; Antonio Telles; Gaston Castano